Viralnya Ida Dayak yang Membuat Masyarakat Indonesia Berbondong-Bondong Ingin Berobat Secara Alternatif 

Guruh Soekarnoputra dan Jenderal TNI (Purn)

Prof Hendropriyono Mencoba Pengobatan Ida

Dayak

 

KOMANDANNEWS.COM – Guruh Soekarnoputra yang merupakan anak bungsu Presiden Soekarno dengan Fatmawati tersebut mencoba pengobatan tradisional yang dibantu oleh Ida Dayak. Sebelum seniman terkenal tersebut diurut, jari Guruh awalnya tidak bisa ditekuk dan ia menangis menahan sakit saat tangannya diurut. Guruh diurut dengan menggunakan minyak bintang. Kini tangan Guruh Soekarnoputra telah bisa ditekuk kembali. Pada akhirnya hingga hari ini minyak bintang menjadi daya tarik bagi masyarakat luas untuk mencobanya. Sebelum Guruh berobat dengan Ida Dayak, telah banyak masyarakat yang berbondong-bondong menuju Ida Dayak untuk disembuhkan. 

Sebelum Guruh Soekarnoputra, mantan Kepala BIN yaitu Prof Hendropriyono juga telah merasakan kesaktian Ida saat memijit dengkulnya. Ia mencoba mengundang Ida untuk hadir ke kediamannya. “Orang yang sudah menuju usia 80 tahun sangat wajar merasakan sakit di bagian dengkul. Sekarang dengkul saya sudah tidak sakit lagi dan sudah sembuh,” ungkap Prof Hendropriyono. Meskipun ia masih tidak percaya dengan kesakitan Ida namun kesembuhan yang ia alami terkadang masih menimbulkan pertanyaan di benaknya. Namun dengan begitu, Prof Hendro mengakui bahwa kesaktian Ida merupakan salah satu bentuk kearifan lokal dan pengobatan tradisional tersebut dapat diangkat sebagai tradisi untuk ditunjukkan kepada masyarakat dunia. 

 

Sebelum Ida Dayak viral, sebuah akun TikTok membagikan video yang berisi konten tentang aksi Ida Dayak yang sedang menyembuhkan berbagai penyakit secara tradisional dan tanpa bantuan medis. Di dalam video tersebut, Ida Dayak menggunakan kostum yang sebagai ciri khasnya yaitu semacam atribut ala suku Dayak. Sebelum ia mengobati pasiennya, ia selalu memohon restu terlebih dahulu dan beribadah. Ida Dayak juga mengaku bahwa ia adalah seorang Muslimah yang taat beribadah. Saat melakukan pekerjaannya, Ida kerap menggerakkan anggota tubuh pasien lalu melakukan pemijatan pada bagian yang bermasalah atau terasa sakit. Ida akan memberikan olesan minyak bintang yang berwarna merah. Setelah diurut maka bagian tubuh yang terasa sakit tersebut tidak berapa lama akan terasa pulih kembali seperti sedia kala. Selama proses pengobatan, Ida juga kerap melafalkan kalimat tauhid dan basmalah yang menjadi bukti bahwa penyembuhan yang ia lakukan juga merupakan izin dari Tuhan Yang Maha Kuasa. 

 

Tanggapan Ikatan Dokter Indonesia terhadap Viralnya Ida Dayak

Dalam acara diskusi di Kantor IDI Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal 4 April 2023, dr. Adib Khumaidi, Sp.OT selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia memberi tanggapannya terhadap viralnya Ida Dayak yang membuka praktik pengobatan tradisional. Ia menyatakan bahwa kehadiran dan kemampuan Ida Dayak tidak bisa dinafikan karena ada harapan yang besar dan ekspektasi yang luar biasa yang diharapkan masyarakat kepada Ida Dayak. Orang-orang yang menemui Ida Dayak mungkin sebelumnya telah pernah berobat namun merasa tidak memiliki harapan dan akhirnya berobat ke Ida Dayak. “Dari sisi lain memang ada pasien yang sedang mendambakan hasil instan dan berusaha mencari pengobatan alternatif,” ungkap Adib Khumaidi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengobatan alternatif merupakan pengobatan yang tidak membutuhkan proses panjang, biaya yang murah, dan juga minim akan rasa sakit. Akan jauh berbeda dengan pengobatan medis yang memiliki pola dasar ilmu kedokteran yaitu dimulai dari proses pemeriksaan fisik, anamnesis atau penunjang, diagnosa ditegakkan, dan kemudian baru dilakukan tata laksana. Organisasi kedokteran tersebut tidak dapat berkomentar banyak karena memang pada dasarnya pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Ida Dayak memang cenderung berbeda dengan pengobatan medis karena pengobatannya menggunakan pendekatan spiritual. 

 

Selain itu, Kementerian Kesehatan Indonesia juga tidak melarang adanya praktik yang bersifat non medis atau pengobatan tradisional yang dijalankan oleh masyarakat. Siti Nadia Tarmizi yang bertugas sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes mengakui bahwa negara Indonesia memiliki banyak warisan budaya salah satunya yaitu pengobatan tradisional. Adanya pengobatan tradisional berlangsung karena pada prosesnya terdapat bukti empiris seperti halnya pengobatan modern yang telah terbukti memiliki manfaat untuk kesehatan. Nadia juga mengungkapkan bahwa seperti pengobatan modern maka pengobatan tradisional masih perlu diteliti dan didukung dengan adanya bukti empiris.

 

Sekilas tentang Fenomenalnya Seorang Ida Dayak

Ida Dayak yang memiliki nama lengkap Aida Andriyani adalah seorang wanita yang kini berusia 51 tahun dan berasal dari Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Ida lahir pada tanggal 3 Juli 1972. Sebelum membuka praktik pengobatan tradisional pada tahun 2020, ia adalah seorang yang menjual minyak urut yang dibuat dari bahan warisan keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun. Penjualan minyak urut tersebut dilakukan secara berkeliling bahkan telah sampai hingga ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Biasanya Ida berjualan didampingi oleh suaminya. 

 

Kini Ida mulai disibukkan dengan banyaknya pasien yang ingin berobat kepadanya. Penyakit yang ia sembuhkan juga bervariasi mulai dari penyakit biasa hingga penyakit yang tidak bisa ditangani secara ilmu kedokteran, seperti meluruskan tangan yang menonjol atau bengkok. Penyembuhan yang ia lakukan biasanya hanya memakan waktu yang singkat. Sebelum orang mengetahui eksistensi Ida, ia hanya melakukan pengobatan dengan cara berkeliling dari satu pasar ke pasar lainnya. Dengan adanya bantuan media sosial membuat keahlian Ida menjadi semakin laris hingga ia mulai berkeliling dari wilayah satu ke wilayah lainnya mulai dari Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga ke Papua. 

 

Tentang Minyak Bintang yang Digunakan Ida Dayak

 

Ada banyak masyarakat yang semakin berbondong-bondong ingin menemui Ida karena pasalnya Ida tidak mematok tarif setiap kali orang berobat kepadanya atau sederhananya orang dapat dengan gratis untuk berobat kepada Ida. Ida hanya akan menawarkan harga Rp 50.000 bagi masyarakat yang ingin membeli minyak bintang. Ada banyak masyarakat yang juga penasaran dengan minyak yang digunakan oleh Ida Dayak. Minyak bintang merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang bersifat magis yang berkembang secara kebudayaan di sekitar masyarakat suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung. Minyak ini berkembang tepatnya di daerah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dahulu masih terjadinya perang antar suku di wilayah tersebut sehingga ada alternatif lain untuk menciptakan minyak bintang yang bisa dipakai selama perang berlangsung. Pada masa itu, minyak bintang dipakai untuk bertahan dan juga sekaligus menyerang musuh. Harga minyak ini terhitung mahal pada saat itu karena harus dibeli sebesar lima hingga sepuluh antang sehingga tidak banyak orang yang bisa membeli minyak tersebut. 

baca juga: Rangking FIFA Terupdate Hari Ini! Brazil Tergeser Argentina Meroket!

Keunikan dari minyak bintang adalah bahwa orang-orang yang mempelajari minyak bintang akan mengalami penurunan dan berkurangnya minat untuk mempelajari ilmu lain. Pemakaian minyak ini dulunya hanya dengan minum beberapa tetes dan setelah itu sudah cukup untuk bertahan seumur hidup. Pada dasarnya dari segi sosial, minyak ini pada masa lalunya memang berguna untuk meningkatkan semangat selama berlangsungnya perang suku. 

Post Comment