Apa Alasan Google Menggunakan Tari Rangkuk Alu Sebagai Doodle?

Mesin pencari online yang tak asing lagi bagi kita semua, Google, memanjakan mata kita dengan sebuah doodle yang tidak biasa. Mereka memilih untuk menghiasi laman utama mereka dengan tarian khas Nusantara yang disebut Tari Rangkuk Alu. Tetapi, mengapa Google Menggunakan Tari Rangkuk Alu  sebagai doodle mereka hari ini? Mari kita kupas lebih dalam alasan di balik pilihan mereka.

Alasan Google Menggunakan Tari Rangkuk Alu

Kejutan dari Google kali ini tidak hanya sekadar memperlihatkan sebuah animasi, namun juga membuka pintu ke kekayaan budaya Indonesia. Tari Rangkuk Alu, sebuah warisan dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipilih oleh Google sebagai ilustrasi doodle hari ini untuk merayakan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April. Inilah yang menjadi kunci alasan di balik pilihan Google.

baca juga : Ini Dia 4 Gugatan Kang Daniel Kepada Pemegang Saham Utama Agensinya

Namun, mengapa tepatnya Tari Rangkuk Alu yang dipilih? Tentu saja, kesenian ini memiliki daya tarik tersendiri yang tak bisa diabaikan. Tarian ini tidak hanya sebuah pertunjukan, namun juga simbol dari kebersamaan dan kekompakan masyarakat Manggarai. Alunan musik khas dan gerakan melompati bambu yang dinamis menjadi pemandangan yang mengesankan. Inilah yang membuat Tari Rangkuk Alu menjadi pilihan yang sempurna bagi Google.

  • Alasan Pertama: Merayakan Hari Tari Sedunia 

Salah satu alasan utama di balik pemilihan tari Rangkuk Alu sebagai Google Doodle hari ini adalah merayakan Hari Tari Sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 29 April. Hari ini adalah saat yang tepat untuk menghormati dan memperingati keindahan seni tari dari berbagai penjuru dunia, dan tari Rangkuk Alu, sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, layak mendapat sorotan di panggung global.

Selain itu, memilih tari Rangkuk Alu sebagai representasi dari Indonesia juga memberikan kesempatan bagi masyarakat dunia untuk lebih mengenal dan mengapresiasi warisan budaya yang luar biasa ini.

  • Alasan Kedua: Mencerminkan Keanekaragaman 

Budaya Indonesia dikenal dengan keanekaragaman budayanya yang kaya dan beragam. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki tradisi dan seni yang unik. Tari Rangkuk Alu merupakan salah satu contoh yang menakjubkan dari kekayaan budaya Indonesia yang patut diapresiasi. Melalui Google Doodle ini, Google ingin memperkenalkan dan mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

  • Alasan Ketiga: Memperingati Tradisi Usai Panen 

Tari Rangkuk Alu memiliki makna dan peran penting dalam tradisi masyarakat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Biasanya, tarian ini dipentaskan pada saat usai panen raya dan pada bulan purnama. Hal ini menunjukkan bahwa tari Rangkuk Alu bukan hanya sekadar hiburan semata, namun juga menjadi bagian dari upacara tradisional yang menghormati alam dan mengucapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

  • Alasan Keempat: Mewakili Keterampilan dan Kreativitas Manusia 

Menari Rangkuk Alu bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ketelitian, ketangkasan, serta gerak kaki yang tepat agar dapat melompati bambu-bambu yang bergerak dengan cepat. Tarian ini memperlihatkan keterampilan dan kreativitas manusia dalam menghadapi tantangan alam dan mengubahnya menjadi sebuah seni yang memukau.

  • Alasan Kelima: Mengingatkan akan Pentingnya Melestarikan Budaya 

Dalam era globalisasi seperti saat ini, keberadaan dan keberlanjutan warisan budaya menjadi semakin penting. Melalui Google Doodle yang menampilkan tari Rangkuk Alu, Google memberikan penghormatan kepada para penjaga budaya dan seni tradisional yang telah berupaya keras untuk melestarikan dan mempertahankan warisan nenek moyang ini. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga dan merawat kekayaan budaya sebagai bagian dari identitas dan jati diri suatu bangsa.

Google Menggunakan Tari Rangkuk Alu  dimana Asal Usul Tari rangkuk alu 

Tarian Rangkuk Alu memiliki akar yang dalam dalam kehidupan masyarakat Manggarai. Awalnya, Rangkuk Alu adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh masyarakat setempat. Permainan ini melibatkan bambu yang disusun dan dimainkan dengan cara diayunkan, seolah-olah hendak menjepit kaki pemain lainnya. Beberapa orang pemain akan menjadi pemegang bambu, sedangkan yang lainnya akan mencoba melompat-lompat menghindari jepitan bambu tersebut. Melalui gerakan melompat yang dinamis, permainan ini kemudian berkembang menjadi sebuah tarian yang disebut Rangkuk Alu.

Permainan Rangkuk Alu tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga membawa makna mendalam bagi masyarakat Manggarai. Pada masa lalu, tarian ini sering ditampilkan pada saat usai panen raya atau pada malam bulan purnama. Para pemuda dan pemudi berkumpul untuk menikmati pertunjukan tarian ini dan meramaikan acara dengan semangat dan keceriaan. Dalam setiap gerakan tarian, terkandung nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Google Menggunakan Tari Rangkuk Alu Memperkenalkan Keberagaman Budaya Asal Tanah Air

Google telah memilih dengan bijak untuk menampilkan tari Rangkuk Alu sebagai Google Doodle hari ini. Dengan memilih tarian ini, Google merayakan Hari Tari Sedunia, mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia, memperingati tradisi usai panen, mewakili keterampilan dan kreativitas manusia, serta mengingatkan akan pentingnya melestarikan budaya. Melalui animasi yang menampilkan gerakan melompati bambu, Google mengajak masyarakat dunia untuk menghargai dan mengapresiasi keindahan serta kekayaan budaya Indonesia. Semoga seleksi yang tepat ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top